Daftar Isi
Jangan Fokus Bunga Saja, Cek Fondasi Keuangan Peminjam!
Sebagai investor di P2P Lending, fokus utama sering tertuju pada TKB90 atau imbal hasil (return). Namun, ada satu metrik krusial dari laporan keuangan peminjam itu sendiri yang sering terlewat: Debt-to-Equity Ratio (DER). DER adalah kunci untuk memahami seberapa kuat fondasi usaha dan seberapa besar risiko keuangan yang ditanggung.
Berdasarkan factsheet keuangan salah satu pinjaman P2P per Desember 2024, mari kita bedah angka krusial DER dengan skor 0.76 dan mengapa ini adalah kabar baik bagi pendana.
Apa Itu Debt to Equity Ratio (DER)?
Debt to Equity Ratio adalah rasio solvabilitas yang mengukur seberapa besar aset perusahaan didanai oleh Utang (Liabilities) dibandingkan dengan Modal Sendiri (Ekuitas). Formula dasarnya adalah:

Dalam analisis keuangan, angka 1.0 (atau 100%) adalah batas psikologis. Jika DER di atas 1.0, perusahaan lebih banyak didanai utang daripada modal sendiri, meningkatkan risiko gagal bayar (insolvensi). Jika di bawah 1.0, perusahaan tergolong sangat sehat dan solvabilitas-nya tinggi.
Studi Kasus: Mengapa DER 0.76 Dianggap Sehat
Data keuangan peminjam menunjukkan:
- Total Utang: 11.362.102.565
- Total Ekuitas: 14.987.155.266
Perhitungan menghasilkan DER 0.76. Angka ini memberi referensi kepada lender bahwa:
- Modal Lebih Besar: Untuk setiap Rp 1 modal yang dimiliki pemilik/pemegang saham, platform hanya memiliki Rp 0.76 kewajiban utang.
- Risiko Rendah: Ini menunjukkan bahwa platform didanai secara konservatif. Mayoritas pendanaan (57% dari total pasiva) berasal dari ekuitas, bukan pinjaman. Struktur modal ini membuat perusahaan lebih tahan terhadap gejolak pasar atau masalah operasional.
Analisis Keuangan Platform P2P: Konteks Fintech
Penting untuk menempatkan DER 0.76 ini dalam konteks industri Fintech. Platform P2P Lending berbeda dengan bank yang memang memiliki DER sangat tinggi karena dana nasabah dicatat sebagai kewajiban.
Platform P2P sebagian besar adalah perusahaan teknologi. Data aset mereka menguatkan hal ini:
- Aset Tetap mencapai 93% dari total aset.
Ini berarti investasi modal perusahaan sangat dominan pada aset jangka panjang seperti teknologi, sistem keamanan, infrastruktur server, dan kantor. Struktur Modal Fintech yang kuat dengan DER rendah (0.76) menunjukkan bahwa investasi besar pada teknologi ini didukung oleh ekuitas yang kuat, bukan utang yang berisiko.
DER yang ideal bagi perusahaan teknologi adalah DER yang stabil dan sehat. DER 0.76 menunjukkan perusahaan telah mencapai keseimbangan yang baik antara memanfaatkan utang (sebagai financial leverage yang sehat) dan menjaga stabilitas permodalan.
Kesimpulan untuk Pendana
Saat Anda menempatkan dana, Anda tidak hanya berinvestasi pada pinjaman, tetapi juga pada kesehatan finansial platform yang mengelola dana Anda. DER 0.76 adalah bukti bahwa platform memiliki fondasi yang kokoh dan risiko kebangkrutan yang sangat minim.
Selalu jadikan analisis Debt to Equity Ratio P2P Lending sebagai langkah wajib dalam proses fact checking Anda sebelum berinvestasi.
Disclaimer : informasi berikut bertujuan untuk edukasi umum pada topik pengetahuan keuangan.